Sunday, June 9, 2013

MATEMATIKA

MACAM-MACAM BANGUN RUANG DAN RUMUSNYA

Bangun ruang adalah bagian ruang yang dibatasi oleh himpunan titik-titik yang terdapat pada seluruh permukaan bangun tersebut. Ada beberapa macam bangun ruang diantaranya yaitu :
a. Balok
b. Kubus
c. Tabung
d. Limas
e. Kerucut
f.  Bola



Bangun Ruang

1. BALOK

Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi atau persegi panjang, dengan paling tidak satu pasang diantaranya berukuran berbeda. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Balok yang dibentuk oleh enam persegi sama dan sebangun disebut sebagai kubus
Elemen balok : 
  • Panjang (p) adalah rusuk terpanjang dari alas balok.
  • Lebar (l) adalah rusuk terpendek dari sisi alas balok.
  • Tinggi (t) adalah rusuk yang tegak lurus terhadap panjang dan lebar balok.



Balok
RUMUS

Luas permukaan

L = 2\cdot 
(p\cdot l + p\cdot t + l\cdot t)

Volume

Kubus

Panjang diagonal ruang

d_R = \sqrt{(p^2+l^2+t^2)}

Panjang diagonal bidang

d_{B1} = \sqrt{(p^2+l^2)}
d_{B2} = \sqrt{(p^2+t^2)}

d_{B3} = \sqrt{(l^2+t^2)}


2. KUBUS

Kubus adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh enam bidang sisi yang berbentuk bujur sangkar. Kubus memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Kubus juga disebut bidang enam beraturan, selain itu juga merupakan bentuk khusus dalam prisma segiempat.
Kubus
RUMUS

Luas

K = 6\cdot r*r

Volume

L = \ r^3


3. TABUNG

Dalam geometri, tabung atau silinder adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh dua buah lingkaran identik yang sejajar dan sebuah persegi panjang yang mengelilingi kedua lingkaran tersebut. Kubus memiliki 3 sisi dan 2 rusuk.
Kedua lingkaran disebut sebagai alas dan tutup tabung serta persegi panjang yang menyelimutinya disebut sebagai selimut tabung

tabung


RUMUS 

Luas alas

L = 2\cdot \pi r^2 sd sdf sdfsdf

Luas selimut

L = 2 \pi r \cdot t

Luas permukaan

L = 2\cdot 
LuasLingkaran + LuasSelimut
     = 2\cdot \pi r^2 + 2 \pi r \cdot t

Volume

V = \pi r^2 \cdot t
   = \frac{1}{4} \pi d^2 \cdot t


4. LIMAS

Dalam geometri, limas adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh alas berbentuk segi-n dan sisi-sisi tegak berbentuk segitiga.
Kerucut dapat disebut sebagai limas dengan alas berbentuk lingkaran.
Limas dengan alas berupa persegi disebut juga piramida.

Limas


RUMUS 

Luas permukaan

Luas permukaan limas dengan alas segi-n dapat dihitung dengan rumus berikut:
L = Luas Alas + n\cdot Luas Sisi Tegak

Volume


V = \frac{1}{3}\cdot Luas Alas \cdot t


5. KERUCUT

Dalam geometri, kerucut adalah sebuah limas istimewa yang beralas lingkaran. Kerucut memiliki 2 sisi dan 1 rusuk.
Sisi tegak kerucut tidak berupa segitiga tapi berupa bidang lengkung yang disebut selimut kerucut.

Kerucut

RUMUS

Luas alas

L = πr2

Luas selimut

L = \pi\cdot r\cdot 
s

Luas permukaan

L = \ 
LuasLingkaran + LuasSelimut
     = \pi r^2 + \pi\cdot r\cdot s


6. BOLA

Dalam geometri, bola adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tak hingga lingkaran berjari-jari sama panjang dan berpusat pada satu titik yang sama. Bola hanya memiliki 1 sisi.


Bola


RUMUS 

Luas permukaan

L = 4 \pi r^2 
\,

Volume






















V = \frac{4}{3}\pi r^3

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP


EKOSISTEM

Pengertian Ekosistem
Satu  sistem terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya.  Salah satu contoh dari sistem adalah “Eko-sistem”.
Ekosistem merupakan satu kesatuan lingkungan yang melibatkan makhluk hidup dan lingkungan fisik (mis. Tanah, air, udara) yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Dalam ekosistem terdapat hubungan timbal-balik antara beberapa makhluk hidup (komponen biotic) yaitu hubungan antara produsen dan konsumen. Selaku produsen adalah tanam tanaman yang memproduksi zat-zat organic dengan bantuan sinar matahari. Sedangkan konsumen adalah makhluk hidup lain yang mengonsumsi (memakan) zat organic yang dihasilkan oleh produsen. Proses yang terjadi antara produsen dan konsumen disebut rantai makanan.
Contoh : Plankton (mikroorganisme dilaut)-> ikan kecil -> ikan besar -> manusia .  (->: dimakan oleh)

Siklus Materi
Sebelumnya telah disebutkan adanya  hubungan timbal-balik antara sesama  makhluk hidup yang membentuk rantai makanan. Selain itu dikenal juga adanaya timbale balik antara makhluk hidup dengan lingkungan fisik (komponen abiotik).  Hubungan tersebut bisa dijelaskan, misalnya, pada siklus karbon pada tanaman. Dengan bantuan sinar matahari, karbon dioksida (CO2) yang ada diudara diserap oleh tanaman untuk pertumbuhan.  Prose situ disebut fotosintesis. Dedaunan tua yang jatuh ketanah lama-kelamaan akan membusuk dan terurai. Proses tersebut antara lain akan menghasilkan CO2 yang akan menguap keudara. Zat-zat lain hasil proses tersebut (misalnya mineral tanah, Ca, Na) tetap tinggal didalam lapisan tanah. Selanjutnya zat-zat tersebut , baik yang ada didalam tanah maupun diudara, akan digunakan lagi oleh tanaman untuk proses pertumbuhan. Secara alami tumbuh-tumbuhan mengatur sendiri kesuburan tanah habitatnya.
Arus energi
Sumber energi utama untuk semua makhluk hidup dibumi  adalah matahari. Tampa matahari tidak ada kehidupan. Matahari memancarkan sinar terus menerus ke bumi, yang pada dasarnya sinar tersebut mengalami proses diterima dan dipantulkan. Karena itu dapat diketahui bahwa sinar matahari merupakan arus energi yang dipancarkan bagi kehidupan.
Sinar matahari merupakan sumber energi dalam proses-proses alami yang terjadi di lingkungan hidup :
·   Sinar matahari membantu terjadi proses fotosintesis, dimana karbon dioksida diserap oleh tanaman untuk pertumbuhannya.
·   Sinar matahari membuat suhu bumi sesuai untuk kehidupan tumbuh-tumbuhan,  binatang dan manusia.
·   Sinar matahari menyebabkan terjadinya angin.  Perbedaan panas / suhu dipermukaan bumi karena sinar matahari mempengaruhi suhu dan tekanan udara di atmosfer, sehingga terjadi aliran udara dan angin.
·   Sinar matahari menyebabkan terjadinya siklus air. Sinar matahari merupakan sumber energi bagi siklus air. Dalam hal ini sinar matahari menyebabkan penguapan air yang terdapat disungai, danau, dan laut. Air menguap dan menjadi awan. Awan tersebut terbawa angin dan akhirnya jatuh lagi sebagai hujan. Begitu seterusnya proses terjadinya siklus air.
·   Sinar matahari menyediakan beberapa sumber energi lain seperti minyak bumi , batu bara, tenaga air.
·   Semua fenomena diatas menggambarkan matahari sebagai sumber energi utama ekosistem.


Matahari memancarkan sinar selama miliaran tahun ke bumi dan hal ini akan berlangsung terus. Sinar matahari terdiri dari cahaya yang kasat mata dan tidak kasat mata. Cahaya yang tidak kasat mata terdiri dari Sinar inframerah dan sinar ultraviolet (ultra ungu). Bagian terbesar dari sinar matahari yang sampai kepermukaan bumi terdiri dari cahaya yang kasat mata. Sinar matahari yang dipancarkan langsung ke permukaan bumi akan diserap dan dipantulkan kembali dalam bentuk panas (sinar inframerah).
Sinar matahari yang langsung mencapai bumi seluruhnya dipantulkan kembali,  sehingga terdapat keseimbangan antara energi yang diterima bumi dalam bentuk cahaya dengan energi yang dipantulkan dalam bentuk  panas (sinar inframerah). Hal ini membuat suhu bumi sesuai untuk kehidupan.

Batas Pertumbuhan
Sesuai dengan salah satu ciri kehidupan, maka semua makhluk hidup terus berkembang dan berproduksi. Lingkungan mempunyai daya dukung terbetas dan tidak dapat diperluas  lagi, artinya ruang lingkup/lahan di bumi yang dapat mendukung kelangsungan hidup manusia terbetas.  Karena keterbatasan itu pula, maka jumlah penduduk yang dapat tinggal dibumi juga terbatas.

Dua contoh berikut menunjukan keterbatasan daya dukung lingkungan :

1.    Lahan Pertanian (Penyedia Pangan)
Kebutuhan pangan (kalori dan nutrisi) sebagian besar penduduk Indonesia telah terpenuhi saat ini. Apabila pertambahan penduduk berkembang sangat cepat, akibatnya lahan yang dapat memproduksi pangan untuk kebutuhan produk terus berkurang. Lahan digunakan, antara lain untuk membangun perumahan, dan industry. Hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan produksi pangan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan fisik manusia.

2.    Udara bersih
Semua makhluk hidup memerlukan udara bersih untuk kehidupan dan kesehatan. Udara bersih memiliki komposisi gas-gas tertentu, salah satunya adalah adalah gas karbon dioksida (CO2) yang secara alami mempengaruhi kondisi iklim. Sebelum digunakan bahan bakar fosil, kandungan CO2 diudara jumlahnya hanya sedikit. Namun setelah era industrialisasi dimulai yang ditandai dengan penggunan minyak bumi, batu bara, gas bumi secara besar-beasaran (apa bila dibakar akan melepaskan gas CO2 ke udara), maka terjadilah penambahan kandungan gas CO2 diudara. Hal tersebut merubah komposisi udara, kabibatnya suhu udara meningkat.

Ekosistem Hutan
Puluhan ribu tahun lalu, kira-kira separoh dari daratan dibumi masih berupa hutan. Kini bagian bumi yang berhutan tersisa kurang dari sepertiganya (yairu berkisar 4 milyar hektar) serta menyusut sangat pesat, diseluruh dunia, lebih dari 400.000 hektar hutan dirusak atau ditebang setiap minggu. Pohon sangat menunjang kelangsungan ekosistem global dan berperan  penting dalam pengaturan iklim serta siklus air. Daun-daun pepohonan dihutan menyerap karbon dioksida (CO2) melalui poroses fotosintesis dan merubah CO2 menjadi gula yang digunakan untuk pertumbuhan. Selain  itu daun-daun pepohonan menghasilkan gas oksigen (O2) yang merupakan zat terpenting untuk proses pernafasan bagi makhluk hidup.

Dengan kemampuannya menyerap karbon dioksida dan menyaring zat-zat pencemar udara lainnya, pohon-pohon membantu menjaga udara tetap bersih dan mengarungi ancaman pemanasan global.

Akar menyerap air, oksigen, mineral, dan zat hara lain dari tanah. Akar juga menguatkan pohon dan mengikat tanah, mencegah agar tanah tidak luruh terbawa air atau tertiup angin. Ketika akar-akar tumbuh   dan menjalar, muncul ruang-ruang di sekitarnya yang  mengalirkan udara ke permukaan bumi, sehingga menghasilkan efek seperti penyerap (spons) yang membuat tanah mampu mengumpulkan air, yang kemudian secara bertahap dialirkan ke sungi- sungai kecil dan besar.

Namun hutan tidak hnya terdiri dari pohon-pohon.  Hutan terdiri dari jutaan tumbuhan, binatang dan mikroorganisme yang hidupnya berjalin sangat. Hal itu berarti bahwa hutan sangat penting untuk keaneka ragaman hayati.

Manfaat Hutan
1.    Untuk Ekosistem Global
·   Sumber kekayaan plasma nutfah dan keanekaragaman hayati
·   Melindungi tanah dan air tanah
·   Menghasilkan O2,  mengatur iklim, menyerap gas-gas rumah kaca

2.    Untuk  Manusia
·   Sebagai tempat penelitian, pendidikan dan rekreasi
·   Menghasilkan produk hutan  (getah, rotan, damar, buah-buahan, obat-obatan, kayu)
·   Sumber mata pencaharian, tempat tinggal, dan bagian dari sistem budaya masyarakat, khususnya masyarakat adat.

3.    Hasil Hutan
Orang- orang yang tinggal di dalam dan di dekat hutan bergantung pada hasil hutan untuk makanan, obat-obatan, pakaian, dan kayu. Mereka seringkali lebih menyadari nilai hutan dari pada orang-orang yang hidup dari situ, yang kerap menganggap hutan semata-mata sebagai sumber kayu dan lupa bahwa hutan juga menghasilkan kacang-kacangan, buah-buhan, karet, gas, bahan pewarna, minyak, dan  obat-obatan.

Hutan di Indonesia
Indonesia termasuk Negara yang memiliki hutan terluas di dunia. Menurut catatan pemerintah, Luas hutan Indonesia 144 juta hektar, yang berarti meliputi hamper 75% luas daratannya.


Klasifikasi Hutan di Indonesia
Pada umumnya klasifikasi hutan didasarkan pada 4 faktor yaitu : Iklim, Edafis (tanah) dan Komposisi Tumbuhan  dan Klasifikasi Departemen Kehutanan.

1.    Klasifikasi Berdasrkan Faktor Iklim
·      Hutan Hujan Tropis adalah hutan yang biasanya tak terpengaruh Iklim pantai (terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian).
·      Hutan musim berada di daerah beriklim dengan curah hujan 1.000 – 2.000 mm pertahun , kebanyakan terdapat di pulau Jawa.

2.    Klasifikasi Berdasarkan Faktor Edafis (tanah)
·      Hutan Rawa selalu tergenang air tawar. Terdapat di hamper seluruh wilayah Indonesia.
·      Hutan Payau terdapat di daerah pantai yang selalu atau teratur tergenang air laut (daerah pasang surut).
·      Hutan Gambut  dengan jenis tanah organosol dengan lapisan gambut minimal 50 cm.
·      Hutan Pantai  terdapat di daerah kering tepi pantai, biasanya tanah berpasir dan berbatu-batuan serta terletak diatas garis pasang tertinggi.

3.    Klasifikasi Berdasarkan Komposisi Tumbuhan
·      Hutan Homogen, yaitu hutan yang hanya memiliki satu jenis tanaman. Pada umumnya hutan jenis ini merupakan hasil rekayasa manusia, misalnya hutan tanaman industry.
·      Hutan Heterogen, merupakan hutan dengan bermacam-macam jenis tanaman, disebut juga Hutan alami karena belum terdapat campurtangan manusia didalamnya.

4.    Klasifikasi Departemen Kehutan
·      Instansi yang bertanggung jawab mengelola hutan di Indonesia ini menggolongkan hutan berdasarkan fungsi, tingkat eksploitasi yang diperkenankan, dan konsevasi, hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan suaka alam, hutan wisata, dan hutan konversi.

Penyebab Kerukan Hutan
·      Penebangan hutan secara besar-besaran untuk industry kayu
·      Pengalihan fungsi hutan alam heterogen menjadi hutan tanaman homogeny, sehingga mengancam keanekaragaman hayati dan khasanah budaya masyarakat.
·      Pemanfaatan berlebihan oleh masyarakat yang hidup disekitar hutan, karena lahan mata pencahariaan lain makin sempit, dan peningkatan jumlah penduduk.
·      Pengalihan  fungsi hutan menjadi fungsi-fungsi lain (pertambangan, pemukiman  pariwisata, perkebunan, dan persawahan).
·      Bencana alam (misalnya, kebakaran, gunung meletus, banjir/longsor).
·      Perusakan lapisan ozon sehingga lebih banyak sinar ultraviolet sampah kebumi.
·      Pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim.

Pengelolaan Hutan
Memanfaatkan Hutan Secara Bijaksana :
Jika manusia ingin terus memperoleh keuntungan dari hutan, maka harus memanfaatkannya secara layak, misalnya :
·   Menerapkan pengelolaan hutan secara berkelanjutan, itu berarti : penebangan pohon dengan cara tebang pilih (Tebang Pilih Tanaman Indonesia, Departemen Kehutanan TPTIDK), tidak melakukan pencurian kayu, dan melakukan gerakan penanaman kembali.
·   Merubah sistem perdagangan untuk membedakan antara kayu yang diproduksi secara berkelanjutan dan tidak berkelanjutan, serta menghargai kayu yang diproduksi secara berkelanjutan.
·   Memberi label pada kayu dengan informasi yang dapat dipercaya tentang bagaimana kayu itu diproduksi. Hal ini perlu dilakukan oleh produsen serta pedagang kayu. Permintaan kayu yang diproduksi secara berkelanjutan mendorong para pengecer untuk berupaya menyediakannya.


Ekosistem Laut
Manfaat Laut
Lebih dari 70% permukaan bumi tertutup oleh laut.  Karena begitu luasnya lautan, maka laut mempunyai peranan yang sangat penting dalam ekosistem global, misalnya dalam menentukan siklus air, komposisi udara, iklim, keragaman hayati (bio diversity). Selain itu, laut juga mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia. Manusia selalu tertarik pada laut. Beberapa puisi yang pertama-tama muncul mengagungkan misteri laut.  Laut dapat menyediakan makanan (ikan, rumput laut, termasuk garam), dapat berfungsi sebagai sarana transportasi laut, serta wahana rekreasi. Selain itu bakau dan terumbu karang melindungi garis pantai tropic dan badai, sementara pantai beriklim sedang dilindungi oleh dataran lumpur, rawa dan bukit-bukit pasir di pantai.  Laut merupakan gudang persediaan makanan, obat-obatan, dan mineral.

Proses Alami yang terjadi di Laut
1.    Gelombang 
Gelombang laut terjadi karena hembusan angin dipermukaan laut.
2.    Air  Pasang
Air pasang dilaut terjadi karena adanya pengaruh gaya tarik (gravitasi) bulan.  Karena gaya tarik bulan berubah-ubah setiap hari, maka pasang surutnya  air laut juga berubah-ubah dari hari kehari.
3.    Pergerakan Arus  Air Laut
Karena perbedaan  suhu dan komposisi  air laut (misalnya konsentrasi mineral) dan angin, maka terjadi pergerakan arus air laut. Proses ini menyebabkan  bercampurnya air laut secara horizontal dan vertical. Air laut yang hangat bercampur dengan air dingin, sementara itu air laut yang yang berkonsentrasi mineral tinggi bercampur dengan air laut berkonsentrasi mineral rendah.

4.    Kehidupan di Laut
Dilaut terdapat fitoplankton,  sejenis tumbuhan mikroskopis  hidup di bawah permukaan laut yang masih terjangkau sinar matahari. Fitoplankton dilaut menyerap banyak karbon dioksida (CO2) dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Fitoplankton ini merupakan sumbermakanan bagi setiap makhluk hidup lainnya di laut, misalnya zooplankton (binatang mikroskopis). Selanjutnya zooplankton akan menjadi makanan bagi ikan-ikan kecil, kemudian ikan kecil tersebut dimakan oleh ikan yang lebih besar. Konsumen terakhir dalam proses rantai makanan ini adalah manusia.

Ancaman terhadap Pantai
1.    Penduduk di Daerah Pesisir/ Pariwisata
Di awal abad 21, dua pertiga penduduk dunia akan hidup di daerah pantai. Dengan tumbuhnya penduduk pantai, aktivitas pembangunan meningkat, sehingga sering kali merusak habitat.  Laut dan pantai adalah objek wisata yang paling disukai. Pariwisata dapat menjadi penyebab utama perusakan pantai. Para wisatawan yang gegabah dan sembrono menginjak-injak bukit pasir dan terumbu karang, merusak kehidupan liar dilaut. Meluasnya pariwisata juga meningkatkan jumlah  kotoran manusia dan limbah-limbah lain. Limbah mentah menjadi makanan ganggang yang tumbuh subur, selain itu dapat membunuh penghuni laut lainnya.

2.    Pemanasan Global
Salah satu akibat pemanasan global adalah dapat mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan. Pencairan es tersebut menyebabkan naiknya permukaan air laut, dan memperbesar resiko banjir. Hal ini terutama berlaku jika pemanasan global dikaitkan dengan terjadinya badai dan topan yang ganas.



Ancaman terhadap Laut
Ancaman terhadap laut dikelompokan sebagai berikut :
1.    Penangkapan ikan
Penangkapan ikan secara berlebihan, dan metoda / cara penangkapan yang tidak tepat akan membahayakan keseimbangan kehidupan makhluk hidup di ekosistem laut. Penangkapan ikan dengan dinamit, selain pertambangan dan pengerukan, misalnya, dapat menghancurkan terumbu karang.

2.    Limbah Industri
Sejumlah besar pabrik dibangun dekat sungai sehingga pemiliknya dapat membuang limbah langsung ke air. Hal ini dapat membunuh kehidupan liar yang terdapat di air tawar, berikutnya tumbuhan serta binatang –binatang laut.

3.    Pencemaran Air Laut
Bocornya tangker minyak atau kecelakaan laut dapat mengakibatkan tumpahnya minyak. Minyak ini selain meracuni makhluk hidup di laut juga menghilangkan daya insulasi dan daya apung makhluk tersebut, sehingga mereka matiu akibat hypothermia atau tenggelam. Kapal-kapal tengker minyak biasanya dengan sengaja membuang muatan mereka kedalam laut.
Pestisida dari pertanian meresap kesitem perairan. Akibatnya, zat-zat kimia beracun membunuh organism-organisme serta berakumulasi didalam sistem rantai makanan, sehingga mempengaruhi daya reproduksi binatang-binatang yang ada didalamnya.

4.    Penggundulan Hutan  
Dibeberapa belahan dunia, kegiatan penggundulan hutan merupakan penyebab utama pencemaran laut, hal ini dapat terjadi karena tanah yang gundul akan mengelupas kemudia angin dan hujan menghanyutkan tanah tersebut kesungai-sungai dan akhirnya kelaut.  Endapan lumpur terbentuk didaerah pantai, merusak habitat dan mengurangi persediaan udara bagi kehidupan di laut.

5.    Perusakan Lapisan Ozon
Penipisan lapisan ozon dapat mengganggu kehidupan di laut dan member dampak negative pada rantai makanan di laut. Dampak yang cukup memprihatinkan adalah peningkatan sinar ultraviolet yang dapat membunuh organism kecil (plankton)  yang menjadi basis dari rantai makanan di laut.



Pemecahan Masalah
Daerah pantai adalah bagian yang paling rentan dari seluruh lingkungan Laut. Maka pendekatan pelestarian laut  dilakukan  secara terpadu dengan pengelolaan pantai terpadu yang memandang daerah pantai sebagai suatu kesatuan ketimbang sebagai daerah terpisah dengan laut, dan memperhitungkan dampak-dampak dari segala aktivitas yang dilakukan didaerah itu.
Proses ini sering kali lama dan kompleks serta tidak mudah misalnya untuk mempertemukan kepentingan kaum industrialis, agen-agen perjalanan, pemilik tambak ikan, serta nelayan tradisional, dan usaha-usaha melestarikan alam pada waktu bersamaan.
 Usaha yang dapat dilakukan untuk pengelolaan pantai terpadu yakni dengan menentukan langkah langkah :
·      Daerah yang dilindungi dan daerah yang diijinkan untuk kegiatan tertentu.
·      Daerah serba guna yang dilindungi :
1.       Zona spesies dan habitat langka atau rentan harus diutamakan.
2.       Zona yang diperuntukan bagi kegiatan penangkapan ikan yang terkontrol dan pariwisata.
·      Mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap bahaya pencemaran dan eksploitasi laut yang berlebihan
·      Merubah kebijakan perdagaangan agar tidak terjadi eksploitasi hasil laut yang melampaui batas.

ILMU PENGETAHUAN ALAM


DAMPAK POLUSI TERHADAP KESEHATAN MANUSIA

 DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KESEHATAN MANUSIA

A.      Udara
Dalam kehidupannya, manusia setiap hari melakukan pernapasan untuk dapat melangsungkan kehidupannya. Didalam bernafas manusia melakukan dua siklus sekaligus yaitu: pengeluaran / penghembusan udara dengan mengeluarkan CO2 dan pemasukan / menghirup udara (O2). Siklus tersebut terjadi terus menerus selama manusia hidup. Dialam bebas, diketahui penghasil O2 adalah tumbuhan hijau yang melakukan fotosintetis.
Udara yang bersih bermanfaat untuk kehidupan manusia, namun sebaliknya udara yang terkena pencemaran udara sangat buruk akibatnya bagi kesehatan dan kehidupan makhluk hidup terutama kehidupan manusia. Pencemaran udara tersebut sering terjadi sebagai efek negatif dari pembangunan dinegara berkembang, industri dinegara maju, aktifitas alam dan sebagainya.Dengan pengetahuan tentang udara bersih, sehat maka akan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat luas.

B.   Dampak Polusi Udara
1.  Terhadap kesehatan manusia
Telah lebih dari dua dasawarsa ini penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan gangguan saluran pernafasan lain selalu menduduki peringkat pertama dari 10 penyakit terbanyak yang dilaporkan oleh pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat seperti: Puskesmas, Klinik, dan Rumah Sakit. Diketahui bahwa penyebab terjadinya ISPA dan penyakit gangguan saluran pernapasan lain adalah: rendahnya kualitas udara di dalam rumah dan atau di luar rumah baik secara biologis, fisik, maupun kimia. 
Hampir semua penyakit dan kematian yang terkait dengan pencemaran udara tersebut tercatat dan dilaporkan oleh Departemen Kesehatan melalui rumah sakit, puskesmas, dinas kesehatan provinsi dan kota/kabupaten. Namun, baik di tingkat pusat, provinsi, kota atau kabupaten, struktur organisasi yang spesifik menangani penanggulangan berikut pengawasan dampak kesehatan kualitas udara tersebut belum ada di institusi kesehatan. Sehingga, situasi dan kondisi ini dapat memperlemah upaya penanggulangan dampak kesehatan pencemaran udara berikut surveilans-nya. Dimana pada gilirannya, berakibat pada lemahnya informasi tentang kondisi senyatanya dampak kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara.
Polusi udara yang menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan lingkungan adalah:
a.    Gas Karbon monoksida (CO)
Gas karbon monoksida (CO) di atmosfer dalam keadaan normal konsentrasinya sangat sedikit sekitar 0,1 ppm. Di daerah perkotaan dengan aktifitas penggunaan kendaraan bermotor dan industri yang padat, konsentrasi gas CO dapat mencapai 10 – 15ppm. Gas CO di dalam paru-paru bereaksi dengan hemoglobin pada sel darah merah yang dapat menghalangi pengangkutan oksigen ke seluruh bagian tubuh.







Tabel: Konsentrasi gas CO di udara dan pengaruhnya pada tubuh manusia bila kontak terjadi pada waktu cukup lama
Konsentrasi gas CO di udara (ppm)
Konsentrasi COHb dalam darah (%)
Gangguan pada tubuh
3
0,98
Tidak ada
5
1,30
Belum begitu terasa
10
2,10
Gangguan sistem saraf sentral
20
3,70
Gangguan panca indera
40
6,90
Gangguan fungsi jantung
60
10,10
Sakit kepala
80
13,30
Sulit bernafas
100
16,50
Pingsan hingga kematian
Dampak yang ditimbulkan adalah :
a)      Pusing/sakit kepala
b)      Rasa mual
c)      Pingsan (ketidak sadaran)
d)     Kerusakan jaringan otak
e)      Sesak nafas
f)       Kematian
g)      Gangguan pada kulit
h)      Gangguan penglihatan (efek jangka panjang)
b.    Gas sulfur oksida (SO), nitrogen oksida (NO) dan ozon (O3)
Dampak negatif adanya penigkatan konsentrasi gas SO, NO dan O3 adalah :
a)      Iritasi mata
b)      Radang saluran pernafasan
c)      Gangguan pernafasan kronis (bronkitis, emfisema dan asma)
d)     Gangguan pada tumbuhan hingga kematian tumbuhan

C.   Polusi Udara
Seperti sudah disinggung diatas, Dampak polusi udara terjadi sebagai efek negatif dari pembangunan dinegara berkembang, industri dinegara maju, aktifitas alam dsb.
Secara garis besar polusi udara dibagi menjadi partikulat dan polusi gas.
1.    Partikulat
Partikulat (partikel) adalah pencemaran udara yang dapat berada bersama-sama bahan / bentuk pencemaran lain, macam-macam partikulat:
a.    Aerosol           :    tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara.
b.    Kabut (fog)     :    aerosol yang berupa butiran air yang berada diudara.
c.    Asap (smoke)  :    campuran antara butir padatan dan cairan terhembus melayang diudara.
d.   Debu (dust)     :    aerosol yang berupa butiran melayang diudara karena adanya hembusan angin.
e.    Fume               :    aerosol yang berasal dari kondensasi uap logam.
f.     Plume              :    asap yang keluar dari cerobong asap suatu industri.
g.    Smoge             :    campuran dari smoke dan fog.




2. Gas
a.    Sulfur Dioksida (SO2): dihasilkan oleh batu bara, bahan bakar minyak yang mengandung sulfur, pembakaran limbah pertanah, dan proses dalam industri. Dampak: efek iritasi pada saluran napas sehingga menimbulkan gejala batuk dan sesak napas.
b.    Hidrogen Sulfida (H2S): dihasilkan dari kawah gunung yang masih aktif dan dapat menimbulkan bau yang tidak sedap, dapat merusak indra penciuman (nervous olfactory)
c.    Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Nitrogen Dioksida (NO2): gas-gas ini berasal dari berbagai jenis pembakaran, gas buang kendaraan bermotor, peledak, pabrik pupuk. Efek: mengganggu sistem pernapasan dan melemahkan sistem pernapasan paru dan saluran napas sehingga paru-paru mudah terserang infeksi.
d.   Amoniak (NH3): berasal dari proses industri. Amoniak menimbulkan bau yang tidak sedap menyengat. Dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, bronchitis, merusak indra penciuman.
e.    Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon: semua hasil pembakaran menghasilkan gas ini, begitu juga proses industri. Gas ini menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara pengikatan hemoglobin yang amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akibatnya apabila otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian. Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berpikir, gerakan otot, gangguan jantung.

3.  Gangguan Kesehatan
Gangguan kesehatan yang diakibatkan adanya pencemaran udara dikelompokkan menjadi 4 yaitu:
a.    Korosif         :  bahan pencemar bersifat merangsang terjadinya proses peradangan pernapasan pada bagian atas.
b.    Asfiksia        :  ini terjadi menyusul berkurangnya kemampuan tubuh dalam mengikat oksigen atau berkurangnya kadar oksigen didalam tubuh.
c.    Anesthesia    :  adalah dampak pencemaran udara yang bersifat menekan susunan saraf pusat sehingga mengakibatkan kehilangan kesadaran.
d.   Toksis           :  dampak yang ditimbulkan adalah timbulnya gangguan pada sistem pembuatan darah dan menyebabkan keracunan pada susunan saraf.

4.  Pengendalian Emisi
Bila emisi dikeluarkan dari suatu aktivitas tidak sesuai dengan baku mutu emisi, perlu dilakukan pengendalian terhadap emisi itu.
Berbagai alat pengendalian emisi antara lain:
a.    Filter Udara: berguna untuk menyaring partikel yang ikut keluar pada serobong agar tidak ikut terlepas kelingkungan.
b.    Pengendap Silikon: pengendap partikel yang ikut dalam emisi dengan pemanfaatan gaya sentrifugal dari partikel yang sengaja dihembuskan melalui tepi dinding tabung silikon.
c.    Pengendap Sistem Gravitasi: berupa ruang panjang yang dialiri udara kotor secara perlahan sehingga partikel akan mengendap karena gaya beratnya.
d.   Pengendap Elektrostatik: digunakan untuk pemisahan partikel dibawah 5µm. Alat ini cocok untuk membersihkan udara kotor dalam volume besar, alat ini berupa tabung silinder yang dibagian tengahnya diberi kawat yang dialiri arus listrik, udara kotor akan menjadi ion negatif dan tertarik kedinding tabung, udara bersih akan berlalu.
e.    Filter Basah: untuk  memisahkan pencemaran non-partikel, media pemisah yang digunakan adalah larutan penyerap.
f.     Pengendalian khusus / menyaring gas SO2, NOHX maupun VOCS.
g.    Hujan Asam
Atmosfer dapat mengangkut berbagai cat pencemar ratusan kilometer jauhnya, sebelum menjatuhkannya kepermukaan bumi. Dalam perjalanan jauhnya, Atmosfer bertindak sebagi reaktor  kimia yang kompleks merubah cat pencemar setelah berinteraksi pada zat lain, uap air dan energi matahari. Pada kondisi dimana SO2  bereaksi menjadi uap air membentuk H2SO4  (asam sulfat) dan NO2 bereaksi dengan air uap air membentuk HNO3 (asam nitrat) yang selanjutnya turun kepermukaan bumi bersama air hujan yang dikenal dengan hujan asam, air hujan dengan pH 5,6 dapat menimbulkan kerusakan berbagai jenis logam.Dampak dari hujan asam antara lain:
a)    Merusak bangunan dan berkaratnya logam.
b)   Mempengaruhi kualitas air permukaan, bisa menggangu kehidupan akuatik danau.
c)    Merusak tanaman terutama hutan sehingga luas hutan berkurang.
d)   Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah, sehingga mempengaruhi kualitas air tanah.
e)    Menimbulkan berbagai penyakit kulit bagi beberapa masyarakat yang menggunakan air hujan sebagai satu-satunya air mandi.



DAMPAK POLUSI AIR TERHADAP KESEHATAN MANUSIA


A.      Air
Kita hidup dizaman serba canggih dengan kemajuan ilmu serta teknologi. Akan tetapi, dampak negative yang dihasilkan sangatlah besar, yaitu polusi yang mana merupakan peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan lingkungan dari akibat aktivitas manusia atau prose alami. Serta menyebabkan polusi yang disebut polutan. Suatu hal dikatakan polutan apa bila kadar melebihi/kurang dari batas normal. Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat.Polutan sendiri dapat berupa debu, bahan kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, dan sebagainya. Dan bila polutan berlebihan, ekosistem tidak dapat seimbang dan tidak dapat melakukan regenerasi (pembersihan sendiri).
Polusi air merupakan peristiwa masuknya zat, energi, unsur/komponen lainnya di dalam air sehingga kualitas air terganggu yang mana dapat ditandai dengan adanya perubahan bau, rasa, dan warna pada air sehingga air tidak murni lagi.
Dikutip dalam Keputusan Menteri Negara Kepedudukan dan Lingkungan Hidup No.02/MENLH/I/1998, yang dimaksud dengan polusi/pencemaran air adalah masuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, kurang atau tidak dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya.
Itulah kenapa air sebagai sumber utama bagi manusia serta makhluk hidup lainnya dimuka bumi ini karena merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Akan tetapi, fenomena alam seperti gunung merapi, badai, gempa bumi, tsunami, dll dapat mengakibatkan perubahan besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran air.Kenapa? Karena polusi adalah sebagian dari akibat aktivitas makhluk hidup yang mana dapat merubah kualitas terhadap air di muka bumi.


B.       Ciri-Ciri Air Tercemar Polusi
   Ciri-ciri air yang mengalami polusi/tercemar sangat bervariasi karena tergantung dengan jenis air dan polutan yang terkandung didalamnya. Namun cirri yang paling mudah diketahui adalah:
·         Berbau
·         Berwarna
·         Beracun
·         Berasa

C.      Sifat-Sifat Pencemaran Air
Untuk mengetahui terpolusinya air dapat diamati dengan terjadinya perubahan-perubahan antara lain :
1.    Nilai pH
Keasaman dan alkalinitas pH normal air adalah 6-8 pH. Bila terlalu rendah, maka dapat menyebabkan korosif.
2.    Suhu
Apabila suhu terlalu rendah, maka air akan terasa sejuk bahkan dingin hingga sedingin es. Begitu pula sebaliknya. Akan tetapi, air biasa selalu memiliki suhu pas di ukuran 00 celcius.
3.    Warna, bau dan rasa
1)      Warna
Air yang terpolusi biasanya berbeda dengan warna normalnya (jernih dan bening).
2)      Bau
Biasanya tergantung pada sumber air, dapat disebabkan oleh bahan kimia, tumbuhan dan hewan air baik yang hidup maupun mati (seperti bau amis dan busuk).

3)      Rasa
Air normal tidak mempunyai rasa, kecuali rasa asin pada air laut. Jumlah kandungan oksigen dalam air. Pencemaran mikroorganisme patogen Kandungan minyak Kandungan logam berat Kandungan bahan radio aktif

D.      Macam-Macam Sumber Air Yang Berpolutan
Macam-macam sumber air yang berpolusi, antara lain:
1.    Limbah industry
2.    Pertanian
3.    Rumah Tangga
Ada beberapa tipe polutan yang mana dapat merusak perairan, yaitu:
1.      Mengandung bibit penyakit
2.      Butuh banyak O2 (Oksigen) untuk penguraiannya (sehingga kekurangan O2 saat proses penguraian)
3.      Bahan-bahan kimia organik dari industry
4.      Limbah pupuk pertanian
5.      Bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan)
6.      Bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas
Padahal air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat mengalir dan meresapnya. Akan tetapi, karena jalur-jalur aliran dan resapan air terhambat karena polutan, timbulah banjir.
Musibah banjir dapat dibagi menjadi 2 berdasarkan akibat polusi air, antara lain: Banjir bandang (banjir besar), yaitu: terjadi dari akibat meluap dari jalur-jalur aliran (sungai) dengan volume air yang sangat besar. Banjir genangan, yaitu: banjir lokal/setempat karena akibat dari tergenangnya/terkonsentrasinya air hujan pada daerah tersebut yangmana saluran air (arainase) dan lahan resapannya sangat terbatas sehingga air bisa masuk/menggenangi lingkungan serta dalam rumah kita. Penggunaan pada insektisida seperti DDT (Dhicloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani untuk memberantas hama tanaman serta serangga penyebar penyakit secara berlebihan dapat mengakibatkan pencemaran terhadap air yang diserap oleh tanaman. Sehingga terjadi pembusukan yang berlebihan diperairan dapat pula menyebabkan pencemaran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk. Serta pembuangan sampah organik yang dibuang ke sungai terus-menerus, selain mencemari air, pada musim hujan akan timbul bencana banjir.

E.       Penyebab Dari Timbulnya Pencemaran Air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air. Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum.

F.       Bahaya Yang Ditimbulkan
Bibit penyakit dari hasil polusi air mengandung zat-zat yang bersifat beracun dan bahan radioaktif yang mana dapat merugikan manusia. Kenapa? Karena polutan memerlukan banyak sekali kandungan O2, akan tetapi apabila kekurangan, maka akan terjadi perubahan warna dan pembusukan. Karena proses penguraian terhadap polutan tidak akan sempurna sehingga timbulah polusi pada air.
Permasalahan terbesar dalam polusi air adalah pembuangan sampah disembarang tempat. Misalnya: pembuangan sampah pada muara sungai, laut, atau got-got kecil rumahan. Ini bisa menimbulkan penyakit.
Contoh kejadian seperti di Jepang. Zat merkuri yang dibuang oleh sebuah industri plastik ke teluk Minamata terakumulasi dijaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsi menderita cacat atau hingga meninggal.

G.      Akibat Air Tercemar
Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, antara lain:
1.      Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen (O2)
2.      Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air
3.      Pendangkalan dasar perairan
4.      Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
5.      Akibat penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan maskhluk berguna terutama predator
6.      Kematian biota kuno, seperti: plankton dan lainnya bahkan burung
7.      Mutasi sel, kanker, dan leukemia
Akibat dari timbulnya air yang tercemar menurut situs wikipedia, antara lain:
1.         Dapat menyebabkan banjir
2.         Erosi
3.         Kekurangan sumber air
4.         Dapat membuat sumber penyakit
5.         Tanah longsor
6.         Dapat merusak ekosistem sungai

H.    Usaha-Usaha Guna Mengatasi Dan Mencegah
Pada musim hujan, biasanya pasti akan terjadi yang mananya banjir. Mungkin langkah-langkah dibawah ini dapat mencegah adanya banjir genangan, antara lain:
Dalam perencanaan jalan- jalan lingkungan baik program pemerintah maupun swadaya masyarakat sebaiknya memilih material bahan yang menyerap air misalnya penggunaan bahan dari pavling blok (blok-blok adukan beton yang disusun dengan rongga-rongga resapan air disela-selanya). Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan saluran lingkungan, pembuatannyapun harus bersamaan dengan pembuatan jalan tersebut.  Apabila di halaman pekarangan-pekarangan rumah kita masih terdapat ruang- ruang terbuka, buatlah sumur-sumur resapan air hujan sebanyak-banyaknya. Fungsi sumur resapan air ini untuk mempercepat air meresapke dalam tanah. Dengan membuat sumur resapan air tersebut, sebenarnya kita dapat memperoleh manfaat seperti berikut:
Persediaan air bersih dalam tanah disekitar rumah kita cukup baik dan banyak. Tanah bekas galian sumur dapat dipergunakan untuk menimbun lahan-lahan yang rendah atau meninggikan lantai rumah. Apabila air hujan tidak tertampung oleh selokan- selokan rumah, dapat dialirkan ke sumur-sumur resapan. Jangan membuang sampah atau mengeluarkan air limbah rumah tangga (air bekas mandi, cucian dan sebagainya) ke dalam sumur resapan karena bias mencemari kandungan air tanah. Apabila air banjir masuk ke rumah menapai ketinggian 20-50 cm, satu- satunya jalan adalah meninggikan lantai rumah kita di atas ambang permukaan air banjir.
Cara lain adalah membuat tanggul di depan pintu masuk rumah kita. Cara ini sudah umum dilakukan orang, hanya saja teknisnya sering kurang terencana secara mendetail.Banyak sekali jenis penanganan pada air buangan, antara lain:
1.      Proses penanganan primer (membuang bahan-bahan padatan yang mengendap atau mengapung)
·         Penyaringan
·         Pengendapan (menghilangkan komponen-komponen fosfor dan padatan tersuspensi) dan pemisahan
·         Pemindahan endapan



2.      Proses penanganan sekunder (proses dekomposisi bahan-bahan padatan secara biologi)
·      Penyaringan trikel
·      Lumpur aktif
·      Proses penanganan tersier
·      Adsorpsi (bahan-bahan organik terlarut)
·      Elektrodoalisis (menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut sampai pada konsentrasi air semula, sebelum digunakan)
·      Osmosis berlawanan
·      Khloranisasi (menghilangkan organisme penyebab penyakit)


DAMPAK POLUSI TANAH TERHADAP KESEHATAN MANUSIA


A.      TANAH
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. Memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut, tetapi sebagian besar dari makanan kita berasal dari permukaan tanah. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat mendukung kehidupan di muka bumi ini. Akan tetapi, sebagaimana halnya pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun akibat kegiatan manusia juga.
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Tanah Tercemar. Tanah indonesia terkenal dengan kesuburanya. Hingga dalam sejarah Indonesia pernah tercetat. Kesuburan itu telah mengundang para penjajah asing untuk mengeksploitasinya. Fenomena sekarang lain lagi. Sebagian tanah Indonesia tercemar oleh polusi yang diakibatkan oleh kelainan masyarakat. Pencemaran ini menjadikan tanah rusak dan hilang kesuburanya, mengandung zat asam tinggi. Berbau busuk, kering, mengandung logam berat, dan sebagainya. Kalau sudah begitu maka tanah akan sulit untuk dimanfaatkan.


Dari pernyataan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri tanah tercemar adalah :
1.    Tanah tidak subur
2.    pH dibawah 6 (tanah asam) atau pH diatas 8 (tanah basa)
3.    Berbau busuk
4.    Kering
5.    Mengandung logam berat
6.    Mengandung sampah anorganik
Tanah tidak tercemar. Tanah yang tidak tercemar adalah tnah yang masih memenuhi unsur dasarnya sebagai tanah. Ia tidak mengandung zat-zat yang merusak keharaanya. Tanah tidak tercemar bersifat subur, tidak berbau busuk, tingkat keasaman normal. Yang paling utama adalah tidak mengandung logam berat. Tanah yang tidak tercemar besar potensinya untuk alat kemaslahatan umat manusia. Pertanian dengan tanah yang baik bisa mendatangkan keuntungan berlipat ganda.
Dari pernyataan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri tanah tercemar adalah:
1.    Tanahnya subur
2.    Trayek pH minimal 6, maksimal 8
3.    Tidak berbau busuk
4.    Tidak kering, memiliki tingkat kegemburan yang normal
5.    Tidak Mengandung logam berat
6.    Tidak mengandung sampah anorganik

B.       Penyebab Pencemaran Tanah
Sumber pencemar tanah, karena pencemaran tanah tidak jauh beda atau bisa dikatakan mempunyai hubungan erat dengan pencemaran udara dan pencemaran air, maka sumber pencemar udara dan sumber pencemar air pada umumnya juga merupakan sumber pencemar tanah. Sebagai contoh gas-gas oksida karbon, oksida nitrogen, oksida belerang yang menjadi bahan pencemar udara yang larut dalam air hujan dan turun ke tanah dapat menyebabkan terjadinya hujan asam sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran pada tanah.
Permukaan tanah yang mengandung bahan pencemar misalnya tercemari zat radioaktif, logam berat dalam limbah industri, sampah rumah tangga, limbah rumah sakit, sisa-sisa pupuk dan pestisida dari daerah pertanian, limbah deterjen, akhirnya juga dapat menyebabkan terjadinya pencemaran pada tanah daerah tempat air permukaan ataupun tanah daerah yang dilalui air permukaan tanah yang tercemar tersebut. Maka sumber bahan pencemar tanah dapat dikelompokkan juga menjadi sumber pencemar yang berasal dari, sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah rumah sakit, gunung berapi yang meletus / kendaraan bermotor dan limbah industri. Secara umum, Pencemaran tanah dapat disebabkan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian.
1.    Limbah domestik
            Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair.
a.       Limbah padat berupa senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan atau diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi kurang subur. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastik yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian. Sampah anorganik tidak ter-biodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.
b.      Limbah cair berupa; tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah.
2.    Limbah industri
Limbah Industri berasal dari sisa-sisa produksi industri. Limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah. Merupakan zat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.
3.    Limbah pertanian
Limbah pertanian dapat berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah atau tanaman, misalnya pupuk urea dan pestisida untuk pemberantas hama tanaman. Penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Dan penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Selain itu penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.

C.   Dampak Dari Pencemaran Tanah
1. Dampak Pada Kesehatan
Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung , jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium , berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal. Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia.
Merkuri (air raksa) dan siklodiena dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, dan mungkin tidak bisa diobati, PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati, Organofosfat dan karmabat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Ada beberapa macam dampak pada kesehatan seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan Kematian..
2. Dampak Pada Lingkungan Atau Ekosistem
Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.
            Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.
            Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.

D.   Upaya yang Harus Dilakukan.
Limbah domestic, yang sangat banyak penanggulangan sampah ini yaitu dengan cara memisahkan antara sampah organik atau sampah yang dapat atau mudah terurai oleh tanah, dan sampah anorganik atau sampah yang akan terurai tanah tetapi membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk terurai oleh tanah. Sampah organik yang mudah terurai oleh tanah, misalnya dijadikan bahan urukan, ke-mudian kita tutup dengan tanah sehingga terdapat permukaan tanah yang dapat kita pakai lagi, dibuat kompos dan khusus kotoran hewan dapat dibuat biogas dan lain-lain.
Sedangkan sampah anorganik yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. Cara penanganan yang terbaik dengan mendaur ulang sampah-sampah menjadi barang-barang yang mungkin bisa dipakai atau juga bisa dijadikan hiasan dinding. Limbah industri, cara penanggulangannya yaitu dengan cara mengolah limbah tersebut sebelum dibuang kesungai atau kelaut.
Limbah pertanian, yaitu dengan cara mengurangi penggunaan pupuk sintetik dan berbagai bahan kimia untuk pemberantasan hama seperti pestisida diganti dengan penggunaan pupuk kompos. Adapun penanganan untuk pembersihan tanah, yaitu:
1.    Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-site (atau off-site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.Pembersihan off-site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
2.    Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air).
Tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan macam bahan pencemar yang perlu ditanggulangi. Langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran antara lain dapat dilakukan sebagai berikut:



E.   Langkah pencegahan
Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah/mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain:
1.    Sampah organik yang dapat membusuk/diuraikan oleh mikroorganisme antara lain dapat dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka, kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk.
2.    Sampah senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat terbakar seperti plastik dan serat baik secara individual maupun dikumpulkan pada suatu tempat yang jauh dari pemukiman, sehingga tidak mencemari udara daerah pemukiman. Sampah yang tidak dapat dibakar dapat digiling/dipotong-potong menjadi partikel-partikel kecil, kemudian dikubur.
3.    Pengolahan terhadap limbah industri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah, sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses pemurnian.
4.    Penggunaan pupuk, pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan dan tidak sampai berlebihan.
5.    Usahakan membuang dan memakai detergen berupa senyawa organik yang dapat dimusnahkan/diuraikan oleh mikroorganisme.